Mengenai Saya

Foto saya
Cirebon, Jawa Barat, Indonesia
Nurdin Kurniawan, S.Pd. Bekerja sebagai PNS disalah satu sekolah di kota Kabupaten Cirebon. Selain sebagai guru aktif menulis di beberapa surat kabar yang ada di cirebon. Diorganisasi PGRI tercatat pula sebagai redaktur majalah Diaelktika, majalah milik PGRI Kab. Cirebon. Tinggal di Gebang yang merupakan Kampung Nelayan yang ada di Cirebon

Sabtu, 15 Juni 2019

UJIAN NASIONAL BERBASIS KOMPUTER Ciptakan Kejujuran (Artikel)


Artikel

UJIAN  NASIONAL BERBASIS KOMPUTER (UNBK)   
Ciptakan Kejujuran

Oleh : Nurdin Kurniawan, S.Pd.*)


            Nilai Ujian Nasional (UN) yang spektakuler besar dan hasilnya hampir seragam menjadi kelemahan sebuah institusi pendidikan. Benarkah anak didik kita mendapatkan hasil yang seperti itu? Hal ini menjadi pertanyaan dari tahu ke tahun seolah meragukan kemampuan siswa dalam mengerjakan UN. Apakah anak-anak kita dengan jujur mengerjakan soal?
            Satuan sekolah yang ada diatasnya juga kadang ikut meragukan kemampuan yang diperoleh pelajar. Sekolah seperti SMP/MTs meragukan hasil nilai UN anak SD, sekolah SMA/SMK meragukan nilai yang diperoleh anak-anak SMP dan MTs. Mengapa hal ini bisa terjadi? Dari hasil yang diperoleh nilainya besar-besar diatas rata-rata, bahkan jauh sekali dari nilai try out dan yang menjadi keraguan adalah ketika nilai yang diperoleh hasilnya hampir seragam. Timbul pertanyaan benarkan anak-anak mengerjakan UN dengan kemampuannya sendiri?
            Ada sekolah yang karena tidak percaya dengan hasil UN lalu sekolah tersebut menyelenggarakan tes lagi setelah anak didiknya diterima pada PPDB. Seolah hasil SKHUN yang sudah terbit diragukan kebenarannya. Anak diranking lagi berdasarkan nilai tes yang baru. Dari hasil tes inilah keraguan itu akhirnya terjawab.
            Pemerintah tak habis piker kenapa UN seolah menjadi hantu yang menakutkan setiap tahunya. Sampai akhirnya diambil regulasi kalau UN mulai Tahun 2015 tidak menentukan kelulusan. Tentu saja kebijakan ini disambut gembira guru dan juga murid. Mulailah nilai UN tidak seperti tahun sebelumnya yang spektakuler besar diatas rata-rata. Sekolah seperti tidak ada beban sama sekali dengan kondisi anak yang mengikuti UN. Mau besar ataupun kecil nilai UN tokh yang menentukan kelulusan adalah sekolah. Sekolah yang lebih tahu anak ini malas atau tidak, sekolah yang lebih tahu anak ini rajin atau tidak, sekolah yang lebih tahu anak ini pintar ataupun tidak. Plong! UN kini bukan hal yang menjadikan sekolah takut dibilang tidak berkualitas karena siswanya banyak yang tidak lulus. UN kini bukan menjadi penentu kelulusan siswa.
            Kejujuran
            Membentuk karakter agar siswa jujur tidaklah mudah perlu waktu yang lama dan harus terus-menerus diingatkan. Bagaimana menciptakan agar ketika Ujian Nasional siswanya dapat jujur ini mejadi pertanyaan yang belum bisa terungkap dengan pasti kebenarannya. Maka  terobosan yang dilakukan pemerintah adalah dengan menggulirkan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).
            Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) disebut juga Computer Based Test (CBT) adalah sistem pelaksanaan Ujian Nasional dengan menggunakan komputer sebagai media ujiannya. Dalam pelaksanaannya, UNBK berbeda dengan sistem ujian nasional berbasis kertas atau Paper Based Test (PBT) yang selama ini sudah berjalan. Penyelenggaraan UNBK menggunakan sistem semi-online yaitu soal dikirim dari server pusat secara online melalui jaringan (sinkronisasi) ke server lokal (sekolah), kemudian ujian siswa dilayani oleh server lokal (sekolah) secara offline. Hasil ujian dikirim kembali dari server lokal (sekolah) ke server pusat secara online (upload).
            Penyelenggaraan UNBK pertama kali dilaksanakan pada tahun 2014 secara online dan terbatas di SMP Indonesia Singapura dan SMP Indonesia Kuala Lumpur (SIKL). Hasilnya yang mudah diketahui dengan cepat dan bisa menerapkan kejujuran pada orang yang sedang mengerjakan  ujian membuat UNBK mulai dikembangkan sebagai salah satu bentuk ujian  yang dianggap bisa menumbuhkembangkan sikap jujur dalam mengerjakan soal.
            Beda sekali dengan ujian yang masih menggunakan media kertas maka UNBK harus mempersiapkan sarana tambahan yang tidak semua sekolah mampu untuk mengadakannya. Setidaknya sekolah harus mempunyai laboraturium komputer yang lengkap dengan sarana jaringan internet didalamnya. Hanya sekolah yang sudah siap dengan itu semua yang bisa menyelenggarakan UNBT.
            Ada sekolah yang karena ingin bisa menyelenggrakan UNBK memaksakan diri dengan menyewa komputer dengan membebani kepada orangtua siswa. Hal ini jelas-jelas dilarang oleh pemerintah.  Bagi sekolah calon penyelenggara UNBK yang belum dapat memenuhi kecukupan infrastruktur dapat mengundurkan diri dari UNBK dan mengikuti UN berbasis Kertas dan Pensil (UNKP). UNBK hanya diselenggarakan pada sekolah yang sudah siap baik dari infrastruktur, SDM, maupun peserta. Infrastruktur sejauh mungkin memanfaatkan laboratorium komputer yang ada di sekolah.
            Secara konsep, UN secara online memiliki banyak kelebihan. Seperti menghilangkan keperluan kertas dalam setiap penyelenggaraan UN. Lebih dari itu, anak bisa lebih cepat mengetahui hasil ujiannya. Seperti diketahui siswa yang ingin mengerjakan UNBK tinggal memasukkan 'username' sama 'password'. Setelah itu data muncul dengan sendirinya. Tidak perlu mengisi nama dan lain-lain seperti UN konvensional. Tetapi cara ini juga memberikan tantangan bagi para guru untuk berperilaku jujur, tidak mencoba curang dengan memberi bantuan kepada muridnya.
            Berdasarkan data Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat seperti diliris Kompas.com. mencatat sebanyak 113.166 siswa menjadi peserta Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2016 yang telah  dilaksanakan serentak pada tanggal 4-7 April 2016. Total peserta UNBK 2016 di Jawa Barat adalah 113.166 siswa terdiri dari 36.826 peserta dari SMA/MA dan 76.340 peserta dari SMK.
            Dengan sudah diterapkannya UNBK dibeberapa sekolah  diharapkan dapat menerapkan karakter kejujuran yang selama ini menjadi bahan pertanyaan. UNBK setidaknya bisa menjawab kebenaran nilai UN yang selama ini masih dipertanyakan apakah memang benar dapat hasil jerih payah siswa seutuhnya atau ada campur tangan pihak lain. Semoga UNBK bisa menepis keraguan itu semua. UNBK menciptakan generasi yang memang benar-benar jujur.


                                                                                                                *) Praktisi Pendidikan
                                                                                                                    Domisili di Cirebon

Tidak ada komentar:

Posting Komentar