Mengenai Saya

Foto saya
Cirebon, Jawa Barat, Indonesia
Nurdin Kurniawan, S.Pd. Bekerja sebagai PNS disalah satu sekolah di kota Kabupaten Cirebon. Selain sebagai guru aktif menulis di beberapa surat kabar yang ada di cirebon. Diorganisasi PGRI tercatat pula sebagai redaktur majalah Diaelktika, majalah milik PGRI Kab. Cirebon. Tinggal di Gebang yang merupakan Kampung Nelayan yang ada di Cirebon

Sabtu, 15 Juni 2019

URGENSI PELAJARAN TIK (Artikel)


ARTIKEL

URGENSI PELAJARAN TIK
Oleh :  Nurdin Kurniawan, S.Pd. *)


            Semenjak berlakunya Kurikulum 2013 (Kurtilas) ada satu kegiatan yang dirasakan “hilang” karena ruangan yang satu ini kini tidak terlihat lagi ada kegiatan siswa didalamnya. Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) ada suatu pelajaran yang bernama Teknologi Informasi & Komunikasi (TIK). Pelajaran TIK berdiri sendiri menjadi suatu pelajaran yang mandiri. Di Kurtilas TIK kini menjadi bagian integral dari semua pelajaran. Artinya setiap pelajaran yang membutuhkan perangkat komputer maka harus menggunakan sarana TIK dengan laboraturium komputer didalamnya.
            TIK memuat semua teknologi yang berhubungan dengan penanganan informasi. Penanganann  ini meliputi pengambilan, pengumpulan, pengolahan, penyimpanan, penyebaran, dan penyajian informasi. Jadi TIK adalah teknologi yang berhubungan dengan pengambilan, pengumpulan, pengolahan, penyimpanan, penyebaran dan penyajian informasi.
            Jumlah laboraturium komputer di sekolah yang terbatas menjadi kendala tersendiri bagi beberapa pelajaran yang bersangkutan dengan penggunaan media internet. Disatu pihak ada sekolah yang kemajuan informasinya begitu mumpuni sehingga TIK dirasakan sangat perlu. Dilain pihak ada beberapa sekolah yang memang kurang sarana komputernya. Jangankan mau mengkaitkan pelajaran yang diampu dengan sarana yang berbasis IT sarana komputernya saja (dalam hal jumlah) masih kurang. Akibatnya laboraturium komputer makin tidak disentuh.
            Guru komputer dengan spesifikasi komputer juga merasakan kesulitan ketika di dapodik harus juga menyesuaikan dengan pelajaran yang diampunya. Hilangnya pelajaran TIK di Kurtilas  harus disesuaikan dengan perubahan mata pelajaran yang mendekati linier agar di dapodik  datanya bisa valid. Dari perubahan seperti ini saja memakan waktu yang tidak sedikit karena ada beberapa tahapan yang harus dilalui. Bolak-balik ke dinas untuk mengubah sandi yang ada di dapodik agar sesuai dengan pelajaran yang mendekati TIK.
            Perkembangan TIK begitu cepat sehingga harus diantisipasi agar manusia tidak bisa dikatakan gaptek. Begitu juga dengan anak-anak yang dengan cepatnya mengakses perkembangan teknologi informasi. Anak-anak mencari dengan sendirinya apa yang dibutuhkan di dunia maya tanpa dimbingan guru. Maklumlah seluler mereka kadang jauh lebih canggih dari smart phone yang dimiliki guru. Sewaktu masih ada laboraturium komputer anak-anak ini masih bisa dikendalikan dengan infomasi-informasi yang positif saja yang bisa diakses. Situs-situs tertentu bisa diblokir agar tidak merusak moral anak-anak. Hilangnya pelajaran TIK setidaknya membuat anak-anak jadi sulit untuk dikendalikan dalam mengakses informasi yang ada di dunia maya.
            Dampak TIK
            Kemajuan teknologi informatika sudah pasti membawa berbagai dampak. Bisa jadi dampak positif dan negatifnya. Dampak positifnya seperti: Kita akan lebih cepat mendapatkan informasi- informasi yang akurat dan terbaru di bumi bagian manapun melalui internet, kita dapat berkomunikasi dengan teman, maupun keluarga yang sangat jauh hanya dengan melalui handphone, kita mendapatkan layanan bank yang dengan sangat mudah.
            Adapun dampak negatif dari teknologi informatika diantaranya adalah : Pemanfaatan jasa komunikasi oleh jaringan teroris, penggunaan informasi tertentu dan situs tertentu yang terdapat di internet yang bisa disalah gunakan pihak tertentu untuk tujuan tertentu.
            Dunia pendidikan khususnya sangat banyak diuntungkan dengan pesatnya teknologi informatika diantaranya : Munculnya media massa, khususnya media elektronik sebagai sumber ilmu dan pusat pendidikan. Dampak dari hal ini adalah guru bukannya satu-satunya sumber ilmu pengetahuan. Munculnya metode-metode pembelajaran yang baru, yang memudahkan siswa dan guru dalam proses pembelajaran. Dengan kemajuan teknologi terciptalah metode-metode baru yang membuat siswa mampu memahami materi-materi yang abstrak, karena materi tersebut dengan bantuan teknologi bisa dibuat dari yang abstrak menjadi nyata.
            Pesatnya perkembangan dunia teknologi informatika tidak dibarengi dengan kemampuan siswa dalam mengelola informasi dengan sebaik-baiknya. Anak lebih mengenal TIK justru dari pengalaman diluar sekolah. Mereka mencari-cari sendiri karena di sekolahnya sudah tidak lagi diajari secara khusus. Kalau dahulu ada pelajaran TIK setidaknya perkembangan teknologi informatika selalu diperkenalkan oleh gurunya yang kini tidak dijumpai lagi.
            Disisi lain teknologi informasi mempercepat pekerjaan manusia. Dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi, pekerjaan manusia akan menjadi lebih cepat dan mudah. Misalnya, proses pembuatan proposal yayasan sosial, apabila menggunakan mesin ketik, maka diperlukan waktu yang lama dan dengan keakuratan yang rendah. Lain halnya apabila dikerjakan dengan menggunakan komputer dan printer untuk mencetaknya, pekerjaan ini akan menjadi lebih cepat dan akurat untuk menyusun proposal yang akan dikerjakan.
            Banyak fitur-fitur yang lain yang belum diperkenalkan pada anak-anak di sekolah. Karena memang pelajarannnya tidak ada seolah hal seperti itu kurang penting. Untuk anak yang sekolah di SMK ekonomi, Teknik Komputer Jaringan (TKJ)  keuntungan informasi dan komunikasi tentang keuangan sangat banyak manfaatnya. Sekarang ini  sudah dipernekalkan SMS banking dan E-Banking. Sebelum berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi, proses transaksi keuangan dilakukan secara konvensional. Nasabah harus mendatangi bank untuk bertransaksi, begitu pula apabila akan dilakukan transaksi jual beli, pihak pembeli harus bertemu dengan pihak penjual untuk kemudian bertransaksi secara langsung. Namun, sekarang ini, proses transaksi sudah bisa dilakukan melalui berbagai cara, yakni bisa melelui ATM, SMS Banking dan E-Banking. Dengan cara- cara ini, maka kedua belah pihak yang terlibat transaksi tidak harus bertemu.
            Pro kontra selalu saja terjadi  dengan kemajuan teknologi. Kemajuan teknologi komunikasi dan informasi pasti ada dampak negatifnya seperti: 1. Komunikasi menjadi hampa 2. Penyalahgunaan untuk tindakan kriminal dan asusila 3. Penyalahgunaan untuk pencurian keuangan 4. Munculnya perilaku individualisme, ketergantungan dan  egois 5. Manusia menjadi malas beraktifitas. Namun itu semua sekali lagi tergantung manusia yang memanfaatkan teknologi.
            Kurtilas masih dalam revisi sehingga masih memungkinkan terjadi perubahan-perubahan. Mengingat sangat pentingnya pelajaran TIK perlu kiranya pelajaran yang satu ini dihidupkan lagi secara terpisah bukan  bagian dari pelajaran-pelajaran yang sudah ada. Banyak manfaat bisa mempelajari TIK seperti diungkapkan diatas. Mudah-mudahan di era komunikasi seperti sekarang ini membuka peluang untuk bisa menguasai teknologi yang berkaitan dengan informasi dan komunikasi bukan justru menghilangkan mata pelajaran tersebut dengan mengintegrasikan dengan pelajaran lain. Diintegrasikan nyatanya pelajaran lainpun tidak memanfaatkan sarana TIK. Laboraturium komputer banyak nganggurnya tidak dimanfaatkan. Karena pelajaran yang ada juga mengejar target dengan banyaknya materi yang harus disampaikan. Bagaimana dengan pemanfataan TIK? Bila bukan pelajarannya atau tak ada kaitannya dengan pokok bahasan/ tema maka tak akan disentuh sama sekali. Kiranya dipertimbangkan kembali untuk menghidupkan pelajaran TIK.

                                                                                                      *) Redaktur Majalah Dialektika

Tidak ada komentar:

Posting Komentar