ARTIKEL
URGENSI PELAJARAN TIK
Oleh :
Nurdin Kurniawan, S.Pd. *)
Semenjak
berlakunya Kurikulum 2013 (Kurtilas) ada satu kegiatan yang dirasakan “hilang”
karena ruangan yang satu ini kini tidak terlihat lagi ada kegiatan siswa
didalamnya. Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) ada suatu
pelajaran yang bernama Teknologi Informasi & Komunikasi (TIK). Pelajaran
TIK berdiri sendiri menjadi suatu pelajaran yang mandiri. Di Kurtilas TIK kini
menjadi bagian integral dari semua pelajaran. Artinya setiap pelajaran yang membutuhkan
perangkat komputer maka harus menggunakan sarana TIK dengan laboraturium komputer
didalamnya.
TIK
memuat semua teknologi yang berhubungan dengan penanganan informasi.
Penanganann ini meliputi pengambilan,
pengumpulan, pengolahan, penyimpanan, penyebaran, dan penyajian informasi. Jadi
TIK adalah teknologi yang berhubungan dengan pengambilan, pengumpulan,
pengolahan, penyimpanan, penyebaran dan penyajian informasi.
Jumlah
laboraturium komputer di sekolah yang terbatas menjadi kendala tersendiri bagi
beberapa pelajaran yang bersangkutan dengan penggunaan media internet. Disatu
pihak ada sekolah yang kemajuan informasinya begitu mumpuni sehingga TIK
dirasakan sangat perlu. Dilain pihak ada beberapa sekolah yang memang kurang sarana
komputernya. Jangankan mau mengkaitkan pelajaran yang diampu dengan sarana yang
berbasis IT sarana komputernya saja (dalam hal jumlah) masih kurang. Akibatnya
laboraturium komputer makin tidak disentuh.
Guru
komputer dengan spesifikasi komputer juga merasakan kesulitan ketika di dapodik
harus juga menyesuaikan dengan pelajaran yang diampunya. Hilangnya pelajaran
TIK di Kurtilas harus disesuaikan dengan
perubahan mata pelajaran yang mendekati linier
agar di dapodik datanya bisa valid. Dari perubahan seperti ini saja
memakan waktu yang tidak sedikit karena ada beberapa tahapan yang harus
dilalui. Bolak-balik ke dinas untuk mengubah sandi yang ada di dapodik agar
sesuai dengan pelajaran yang mendekati TIK.
Perkembangan
TIK begitu cepat sehingga harus diantisipasi agar manusia tidak bisa dikatakan gaptek. Begitu juga dengan anak-anak yang
dengan cepatnya mengakses perkembangan teknologi informasi. Anak-anak mencari dengan
sendirinya apa yang dibutuhkan di dunia maya tanpa dimbingan guru. Maklumlah
seluler mereka kadang jauh lebih canggih dari smart phone yang dimiliki guru. Sewaktu masih ada laboraturium komputer
anak-anak ini masih bisa dikendalikan dengan infomasi-informasi yang positif
saja yang bisa diakses. Situs-situs tertentu bisa diblokir agar tidak merusak
moral anak-anak. Hilangnya pelajaran TIK setidaknya membuat anak-anak jadi
sulit untuk dikendalikan dalam mengakses informasi yang ada di dunia maya.
Dampak
TIK
Kemajuan
teknologi informatika sudah pasti membawa berbagai dampak. Bisa jadi dampak
positif dan negatifnya. Dampak positifnya seperti: Kita akan lebih
cepat mendapatkan informasi- informasi yang akurat dan terbaru di bumi bagian
manapun melalui internet, kita dapat berkomunikasi dengan teman, maupun
keluarga yang sangat jauh hanya dengan melalui handphone, kita mendapatkan layanan bank yang dengan sangat mudah.
Adapun dampak negatif dari teknologi
informatika diantaranya adalah : Pemanfaatan jasa komunikasi oleh jaringan
teroris, penggunaan informasi tertentu dan situs tertentu yang terdapat di
internet yang bisa disalah gunakan pihak tertentu untuk tujuan tertentu.
Dunia pendidikan khususnya sangat
banyak diuntungkan dengan pesatnya teknologi informatika diantaranya : Munculnya
media massa, khususnya media elektronik sebagai sumber ilmu dan pusat
pendidikan. Dampak dari hal ini adalah guru bukannya satu-satunya sumber ilmu
pengetahuan. Munculnya metode-metode pembelajaran yang baru, yang memudahkan
siswa dan guru dalam proses pembelajaran. Dengan kemajuan teknologi terciptalah
metode-metode baru yang membuat siswa mampu memahami materi-materi yang
abstrak, karena materi tersebut dengan bantuan teknologi bisa dibuat dari yang abstrak
menjadi nyata.
Pesatnya perkembangan dunia
teknologi informatika tidak dibarengi dengan kemampuan siswa dalam mengelola
informasi dengan sebaik-baiknya. Anak lebih mengenal TIK justru dari pengalaman
diluar sekolah. Mereka mencari-cari sendiri karena di sekolahnya sudah tidak
lagi diajari secara khusus. Kalau dahulu ada pelajaran TIK setidaknya
perkembangan teknologi informatika selalu diperkenalkan oleh gurunya yang kini
tidak dijumpai lagi.
Disisi lain teknologi informasi
mempercepat pekerjaan manusia. Dengan
menggunakan teknologi informasi dan komunikasi, pekerjaan manusia akan menjadi
lebih cepat dan mudah. Misalnya, proses pembuatan proposal yayasan sosial,
apabila menggunakan mesin ketik, maka diperlukan waktu yang lama dan dengan
keakuratan yang rendah. Lain halnya apabila dikerjakan dengan menggunakan
komputer dan printer untuk mencetaknya, pekerjaan ini akan menjadi lebih cepat
dan akurat untuk menyusun proposal yang akan dikerjakan.
Banyak
fitur-fitur yang lain yang belum diperkenalkan pada anak-anak di sekolah.
Karena memang pelajarannnya tidak ada seolah hal seperti itu kurang penting.
Untuk anak yang sekolah di SMK ekonomi, Teknik Komputer Jaringan (TKJ) keuntungan informasi dan komunikasi tentang
keuangan sangat banyak manfaatnya. Sekarang ini
sudah dipernekalkan SMS banking
dan E-Banking. Sebelum berkembangnya
teknologi informasi dan komunikasi, proses transaksi keuangan dilakukan secara
konvensional. Nasabah harus mendatangi bank untuk bertransaksi, begitu pula
apabila akan dilakukan transaksi jual beli, pihak pembeli harus bertemu dengan
pihak penjual untuk kemudian bertransaksi secara langsung. Namun, sekarang ini,
proses transaksi sudah bisa dilakukan melalui berbagai cara, yakni bisa melelui
ATM, SMS Banking dan E-Banking. Dengan cara- cara ini, maka
kedua belah pihak yang terlibat transaksi tidak harus bertemu.
Pro kontra
selalu saja terjadi dengan kemajuan
teknologi. Kemajuan teknologi komunikasi dan informasi pasti ada dampak
negatifnya seperti: 1. Komunikasi menjadi hampa 2. Penyalahgunaan untuk
tindakan kriminal dan asusila 3. Penyalahgunaan untuk pencurian keuangan 4.
Munculnya perilaku individualisme, ketergantungan dan egois 5. Manusia
menjadi malas beraktifitas. Namun itu semua sekali lagi tergantung manusia yang
memanfaatkan teknologi.
Kurtilas
masih dalam revisi sehingga masih memungkinkan terjadi perubahan-perubahan.
Mengingat sangat pentingnya pelajaran TIK perlu kiranya pelajaran yang satu ini
dihidupkan lagi secara terpisah bukan
bagian dari pelajaran-pelajaran yang sudah ada. Banyak manfaat bisa
mempelajari TIK seperti diungkapkan diatas. Mudah-mudahan di era komunikasi
seperti sekarang ini membuka peluang untuk bisa menguasai teknologi yang berkaitan
dengan informasi dan komunikasi bukan justru menghilangkan mata pelajaran
tersebut dengan mengintegrasikan dengan pelajaran lain. Diintegrasikan nyatanya
pelajaran lainpun tidak memanfaatkan sarana TIK. Laboraturium komputer banyak
nganggurnya tidak dimanfaatkan. Karena pelajaran yang ada juga mengejar target
dengan banyaknya materi yang harus disampaikan. Bagaimana dengan pemanfataan
TIK? Bila bukan pelajarannya atau tak ada kaitannya dengan pokok bahasan/ tema
maka tak akan disentuh sama sekali. Kiranya dipertimbangkan kembali untuk
menghidupkan pelajaran TIK.
*) Redaktur Majalah Dialektika

Tidak ada komentar:
Posting Komentar