Mengenai Saya

Foto saya
Cirebon, Jawa Barat, Indonesia
Nurdin Kurniawan, S.Pd. Bekerja sebagai PNS disalah satu sekolah di kota Kabupaten Cirebon. Selain sebagai guru aktif menulis di beberapa surat kabar yang ada di cirebon. Diorganisasi PGRI tercatat pula sebagai redaktur majalah Diaelktika, majalah milik PGRI Kab. Cirebon. Tinggal di Gebang yang merupakan Kampung Nelayan yang ada di Cirebon

Sabtu, 15 Juni 2019

Museum Dirgantara Mandala (Sinauwisata)


SINAUWISATA

MUSEUM DIRGANTARA MANDALA
JOGJAKARTA

Bagi kita yang berada di Cirebon bila mengadakan karya wisata salah satu destinasi wisata yang menarik di Jogjakarta adalah Museum Dirgantara Mandala. Museum Dirgantara Mandala merupakan museum yang dikelola oleh TNI Angkatan Udara dan menyajikan secara lengkap tentang sejarah penerbangan dan dunia aviasi di Indonesia. Di museum ini wisatawan bisa menyaksikan beragam koleksi alutsista dan pesawat mulai dari pesawat sipil, pesawat tempur, hingga rudal TNI AU.
            Museum Dirgantara dahulunya berada di Jakarta tepatnya di daerah Tanah Abang. Bulan November 1977 dipindahkan dan digabungkan dengan Museum Ksatrian AAU (Akademi Angkatan Udara) di pangkalan Adi Sucipto, Yogyakarta. Pada tanggal 29 Juli 1978 diresmikan sebagai Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala.
Pada tahun 1984, museum dipindahkan ke Wonocatur, tepatnya ke sebuah gedung bekas pabrik gula yang dibangun semasa penjajahan Belanda. Museum ini menyajikan secara lengkap sejarah penerbangan dan dunia aviasi di Indonesia. Bangunan museum, semula merupakan pabrik gula, kemudian beralih fungsi menjadi hanggar pesawat tempur dan pesawat angkut yang pernah dimiliki TNI Angkatan Udara.
Selain koleksi pesawat, di museum yang gedungnya dibagi menjadi 6 ruang ini pengunjung juga bisa menyaksikan koleksi lainnya. Di tempat ini terdapat koleksi foto, lukisan, tanda kehormatan, pakaian dinas, buku, senjata api, senjata tajam, mesim pesawat, radar, bom atau roket, parasut, hingga diorama yang disusun berdasarkan kronologi peristiwa. Salah satu koleksi menarik adalah diorama Satelit Palapa dan pesawat ruang angkasa Challenger yang mengorbitkan pesawat tersebut.
Membawa anak-anak karyawisata di Museum Dirgantara yang paling menyenangkan dari museum ini adalah anak-anak  dapat menaiki beberapa pesawat. Bahkan, pengunjung  juga bisa menyewa pakaian pilot dan bergaya di dalam pesawat layaknya pilot sungguhan. Ada juga wahana simulasi menerbangkan pesawat yang bisa dicoba.
Bagi anak-anak menjadi pikot adalah salah satu dari cita-cita mereka. Menjadi sosok dalam balutan seragam nan gagah dan mampu menerbangkan pesawat ke seluruh penuju dunia adalah impian yang sempurna.Namun sayangnya untuk dapat menjadi seorang pilot baik itu pilot pesawat militer ataupun pesawat sipil bukan hal yang mudah, ada proses panjang yang harus dilewati. Meski mimpi menjadi seorang pilot sudah melayang tinggi maka tak ada salahnya  anak-anak diperkenalkan pada berbagai macam pesawat terbang. Museum Dirgantara Mandala adalah salah satu diantaranya.
Setiap ruangan ditata secara runut dengan alur yang menarik sehingga pengunjung bisa menyimak sejarah penerbangan Indonesia. Jika ingin mendapatkan informasi yang lebih mendetail bapak dan ibu guru bisa meminta pemandu. Nanti pemandu berseragam TNI AU akan mengawal pengunjung sambil memberikan informasi dan menarangkan setiap koleksi yang ada di dalam Museum Dirgantara.
Beberapa pesawat yang memiliki nilai sejarah tinggi antara lain replika pesawat Dakota VT-CLA milik perusahaan penerbangan India yang ditembak jatuh oleh Belanda di Ngoto saat hendak mendarat di Maguwo dan koleksi pesawat Mustang yang digunakan untuk menggempur Permesta. Bomber Tu-16 buatan Rusia, terbesar dan paling ditakuti di masanya yang pernah diterjunkan dalam pertempuran di Papua.
Selain pesawat yang tertata rapih di dalam area museum, ada beberapa pesawat yang terparkir di halaman berumput hijau nan asri di halaman.
Puas berkeliling baik didalam museum ataupun diluar museum anak-anak dan bapak ibu gurunya  bisa melepas lelah dengan duduk-duduk di kursi kayu yang tersebar di halaman museum. Kursi-kurusi panjang ini terletak dibawah pohon ketapang  sehinggga sejuk dan nyaman untuk bercengkrama. Pilihan lainnya adalah dengan menggelar tikar lalu membuka bekal yang sudah dipersiapkan dari rumah menikmati sajian sederhana dengan nuansa Jogjakarta. Sesekali dihibur dengan bunyi suara pesawat yang datang dari dan keluar Bandara Adi Sucipto.
Itulah jelajah kita kali ini di Museum Dirgantara Mandala Jogjakarta. Dengan berkunjung ke Museum Dirgantara setidaknya anak-anak yang tidak pernah naik pesawat merasakan naik pesawat walau dalam keadaan diam. Yang penting anak-anak tahu yang namanya pesawat terbang, pernah pegang pesawat terbang dan pernah menaikinya walau dalam keadaan diam. (N.K./FD).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar