SINAUWISATA
MUSEUM DIRGANTARA MANDALA
JOGJAKARTA
Bagi kita yang
berada di Cirebon bila mengadakan karya wisata salah satu destinasi wisata yang
menarik di Jogjakarta adalah Museum Dirgantara Mandala. Museum
Dirgantara Mandala merupakan
museum yang dikelola oleh TNI Angkatan Udara dan menyajikan secara lengkap
tentang sejarah penerbangan dan dunia aviasi di Indonesia. Di museum ini
wisatawan bisa menyaksikan beragam koleksi alutsista dan pesawat mulai dari
pesawat sipil, pesawat tempur, hingga rudal TNI AU.
Museum
Dirgantara dahulunya berada di Jakarta tepatnya di daerah Tanah Abang. Bulan November 1977 dipindahkan dan digabungkan dengan Museum Ksatrian AAU
(Akademi Angkatan Udara) di pangkalan Adi Sucipto, Yogyakarta. Pada tanggal 29
Juli 1978 diresmikan sebagai Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala.
Pada tahun 1984, museum dipindahkan ke Wonocatur, tepatnya ke sebuah gedung
bekas pabrik gula yang dibangun semasa penjajahan Belanda. Museum ini
menyajikan secara lengkap sejarah penerbangan dan dunia aviasi di Indonesia.
Bangunan museum, semula merupakan pabrik gula, kemudian beralih fungsi menjadi
hanggar pesawat tempur dan pesawat angkut yang pernah dimiliki TNI Angkatan
Udara.
Selain koleksi pesawat, di museum yang gedungnya dibagi menjadi 6 ruang ini
pengunjung juga bisa menyaksikan koleksi lainnya. Di tempat ini terdapat
koleksi foto, lukisan, tanda kehormatan, pakaian dinas, buku, senjata api,
senjata tajam, mesim pesawat, radar, bom atau roket, parasut, hingga diorama
yang disusun berdasarkan kronologi peristiwa. Salah satu koleksi menarik adalah
diorama Satelit Palapa dan pesawat ruang angkasa Challenger yang mengorbitkan
pesawat tersebut.
Membawa anak-anak karyawisata di Museum Dirgantara yang paling menyenangkan
dari museum ini adalah anak-anak dapat
menaiki beberapa pesawat. Bahkan, pengunjung juga bisa menyewa pakaian pilot dan bergaya di
dalam pesawat layaknya pilot sungguhan. Ada juga wahana simulasi menerbangkan
pesawat yang bisa dicoba.
Bagi anak-anak menjadi pikot adalah salah satu dari cita-cita mereka.
Menjadi sosok dalam balutan seragam nan gagah dan mampu menerbangkan pesawat ke
seluruh penuju dunia adalah impian yang sempurna.Namun sayangnya untuk dapat
menjadi seorang pilot baik itu pilot pesawat militer ataupun pesawat sipil
bukan hal yang mudah, ada proses panjang yang harus dilewati. Meski mimpi
menjadi seorang pilot sudah melayang tinggi maka tak ada salahnya anak-anak diperkenalkan pada berbagai macam
pesawat terbang. Museum Dirgantara Mandala adalah salah satu diantaranya.
Setiap ruangan ditata secara runut dengan alur yang menarik sehingga
pengunjung bisa menyimak sejarah penerbangan Indonesia. Jika ingin mendapatkan
informasi yang lebih mendetail bapak dan ibu guru bisa meminta pemandu. Nanti
pemandu berseragam TNI AU akan mengawal pengunjung sambil memberikan informasi
dan menarangkan setiap koleksi yang ada di dalam Museum Dirgantara.
Beberapa pesawat yang memiliki nilai sejarah tinggi antara lain replika
pesawat Dakota VT-CLA milik perusahaan penerbangan India yang ditembak jatuh
oleh Belanda di Ngoto saat hendak mendarat di Maguwo dan koleksi pesawat
Mustang yang digunakan untuk menggempur Permesta. Bomber Tu-16 buatan Rusia,
terbesar dan paling ditakuti di masanya yang pernah diterjunkan dalam
pertempuran di Papua.
Selain pesawat yang tertata rapih di dalam area museum, ada beberapa pesawat
yang terparkir di halaman berumput hijau nan asri di halaman.
Puas berkeliling baik didalam museum ataupun diluar museum anak-anak dan bapak
ibu gurunya bisa melepas lelah dengan
duduk-duduk di kursi kayu yang tersebar di halaman museum. Kursi-kurusi panjang
ini terletak dibawah pohon ketapang
sehinggga sejuk dan nyaman untuk bercengkrama. Pilihan lainnya adalah
dengan menggelar tikar lalu membuka bekal yang sudah dipersiapkan dari rumah
menikmati sajian sederhana dengan nuansa Jogjakarta. Sesekali dihibur dengan
bunyi suara pesawat yang datang dari dan keluar Bandara Adi Sucipto.
Itulah jelajah kita kali ini di Museum Dirgantara Mandala Jogjakarta.
Dengan berkunjung ke Museum Dirgantara setidaknya anak-anak yang tidak pernah
naik pesawat merasakan naik pesawat walau dalam keadaan diam. Yang penting anak-anak
tahu yang namanya pesawat terbang, pernah pegang pesawat terbang dan pernah
menaikinya walau dalam keadaan diam. (N.K./FD).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar