Artikel
WISATA HUTAN BAKAU
Oleh
: Nurdin Kurniawan, S.Pd.

Berkembangnya budidaya udang dan
bandeng membuat lahan-lahan sepanjang garis pantai beralih fungsi. Dahulu
lahan-lahan itu masih asri dengan tanaman bakau dan api-api yang terlihat hijau
dari kejauhan. Tempat habitat udang dan kepiting disamping berbagai jenis ikan
air payau. Setelah dijadikan tambak untuk budidaya ikan bandeng dan udang maka
ekosistem bakau (mangrove) yang merupakan
tumbuhan asli didaerah pesisir berubah fungsi. Bakau dibabat habis untuk
dijadikan areal tambak.
Masyarakat mulai merasakan betapa
sulitnya mencari nener (ikan bandeng kecil) yang dahulu mudah sekali
didapatkan. Dengan hilangnya hutan bakau maka tak ada tempat lagi untuk tempat
hidup nener . Hutan bakau adalah tempat induk bandeng menetaskan telurnya. Dengan hilangnya
hutan bakau maka ikan bandeng yang hidup dihabitatnya susah sekali dijumpai.
Hanya ada bandeng-bandeng yang dibudidayakan di tambak-tambak.
Kini mulai sulit dirasakan mencari
bibit ikan bandeng yang hidup di area hutan bakau. Hutan bakaunya sendiri sudah
sulit dijumpai. Ada beberapa daerah yang memang masih melestarikan hutan bakau.
Namun tidak sedikit hutan bakau yang tinggal namanya saja. Abrasi mulia
mengancam pemukiman karena memang tidak ada yang dapat lagi menahan ombak.
Hutan bakau adalah salah satu jenis hutan yang berisi
beberapa jenis kelompok tumbuhan dengan media tanah seperti rawa dan perairan
payau. Selain itu hutan bakau biasanya juga banyak ditemukan di kawasan
perairan yang berbatasan dengan daratan dengan garis pantai khusus yang banyak
terpengaruh oleh proses alami air laut. Air laut biasanya akan sering pasang
dan surut sesuai dengan pergerakan angin laut.
Hutan bakau akan melindungi tanah di sekitar garis pantai
agar tidak terbawa oleh air laut. Hutan bakau banyak tumbuh di sekitar daratan
yang bersifat lembek atau tanah endapan yang berasal dari proses air laut.
Bahkan banyak jenis hutan bakau yang terdiri dari media rawa atau lumpur.
Teringat akan beberapa orang yang
mulai peduli dengan lingkungan hidup dalam hal ini ekosistem hutan bakau.
Penulis pernah menyaksikan beberapa LSM yang konsisten dengan lingkungan hidup.
Katakanlah saja untuk di Kabupaten Cirebon ada Petakala Grage dibawah pentolan
Deddy Majmoe. Bersama dengan masyarakat Ambulu, Kecamatan Losari menggerakkan anak-anak dan
pemuda untuk menanam pohon bakau. Deddy sendiri menyabutnya dengan kurnilas (kurikulum ning alas). Tak
banyak yang tergerak untuk menamam pohon bakau karena memang belum terlihat
manfaatnya. Setelah mulai tumbuh barulah dirasakan kalau memang hutan bakau
dibutuhkan untuk daerah yang berada dipesisir pantai.
Hutan bakau Ambulu walau belum terkenal seperti Karang Song di
Indramayu ataupun di Desa Kali Wlingi Kabupate Brebes namun memberikan manfaat
bagi masyarakat sekitarnya. Bila
ditangani dengan baik bisa menjadi salah
satu tujuan wisata yang menjanjikan.
Kabupaten Cirebon sendiri memiliki
garis pantai sepanjang 54 km mulai dari perbatasan Kabupaten Indramayu sampai
ke Kabupaten Brebes. Lahan sepanjang itu kalau ditanami dengan bakau akan
menjadi daya tarik tersendiri. Ingat salah satu keberhasilan salah seorang
putra Brebes yang mendapat Kalpataru
dari Presiden Joko Widodo akan keberhasilannnya menjaga dan melestarikan
lingkungan dengan menanam pohon bakau.
Wana
Wisata
Wisata hutan seperti halnya hutan
bakau mulai banyak diminiti orang. Salah satu hutan wisata yang sering ramai
dibicarakan adalah hutan bakau yang ada di daerah Dusun Pandan Sari, Desa
Kaliwlingi, Kabupaten Brebes. Sudah ada sekitar 1,5 juta batang pohon bakau (mangrove)
yang berhasil dilestarikan oleh warga
sekitar selama lima tahun di atas lahan seluas 30 hektare. Alamnya asri dan
sangat memanjakan wisatawan bila sudah berhasil menginjakkan di Pulau Pasir
yang dikelilingi oleh hutan bakau.
Ada lagi
hutan bakau yang ada di kawasan Karang Song,
Indramayu. Sudah ada 200 ribu pohon
mangrove yang ditanam di antara kilang minyak Balongan dan Tempat Penurunan
Ikan (TPI) seluas 20 hektare. Keberhasilan ini tidak lepas dari kesadaran
masyarakat untuk melestarikan lingkungannya.
Menariknya,
dua kelompok di Brebes dan Indramayu bersama masyarakat menyusun buku modul
ajar pendidikan lingkungan pesisir bagi para guru dan siswa sekolah di wilayah
mereka sebagai muatan lokal. Upaya ini ternyata berhasil menyadarkan anak-anak
sekolah akan pentingnya tanaman mangrove bagi kelestarian lingkungan mereka.
Bahkan, di Pandan Sari, Brebes, mereka membuat peraturan desa untuk melindungi
mangrove dan membentuk Satuan Petugas Penjaga Sagara (Satgasdara) untuk patroli
setiap malam menjaga pencurian pohon bakau.
Bila
melihat kenberhasilan dua daerah
tersebut dalam mengelola hutan bakau rasa-rasanya ingin hal itu juga diterapkan
di Cirebon. Sudah ada hutan bakau di Desa Ambulu, Kecamatan Losari yang tinggal
memolesnya saja. Daerah ini bahkan tempatnya migrasinya burung-burung dari
daratan Asia yang mau menuju Australia. Dari survai yang dilakukan oleh WWF
Indonesia terdapat banyak sekali jenis burung yang hidup di habitat hutan bakau
Ambulu.
Hutan
bakau atau mangrove memang sangat cocok bila dijadikan tempat tujuan wisata.
Dari fungsi biologisnya , hutan bakau sebagai habitat satwa liar seperti burung
, reptile, aphibi, udang, kerang dan ikan. Bagi yang punya hobi mancing, lokasi
tersebut bisa dianggap sebagai tempat fovorit untuk melepas kepenatan. Mereka
bisa menyalurkan kesenangannya itu diatas perahu sewaan.
Di wilayah
Gebang dimana penulis berdomisili dahulu merupakan tempat hutan bakau yang
rindang. Banyaknya penduduk yang memanfaatkan kayu dalam hal ini kayu api-api sebagai
kayu bakar dan arang membuat hutan bakau
menjadi hilang. Hanya sebagian yang masih terlihat di sebelah barat dari
Sungai Ciberes. Bila budidaya ikan
bandeng dan udang terus diperluas tidak menutup kemungkinan area hutan bakau yang tinggal sedikit itu
juga akan hilang dari peredaran. Kini malah diwilayah Gebang akan dibangun
pelabuhan. Melalui tulisan ini kiranya pihak-pihak terkait untuk pula
memikirkan nasib hutan bakau yang ada di sepanjang Pantai Baro – Gebang yang
mulai habis. Sepanjang Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang sekarang mengalami
pendangkalan akibat sedimentasi yang begitu tinggi dari Sungai Ciberes alangkah
baiknya untuk ditanami bakau. Jadikan pesisir
Pantai Baro hijau seperti dahulu.
Berikut ini adalah beberapa manfaat dari hutan bakau seperti
pertama Melindungi abrasi laut kedua Mempertahankan kondisi tanah ketiga
Menjaga kualitas air keempat Mengatasi pencemaran air laut kelima Hutan bakau merubah lingkungan secara kimia keenam Menjadi habitat berbagai mahluk hidup
ketujuh Menjadi tempat perkembangbiakan
mahluk laut kedelapan Tempat pengembangan udang
Kesembilan Mendukung pendapatan ekonomi masyarakat kesepuluh Pengembangan tempat wisata.
Sekian banyak manfaat hutan bakau
yang sedang dipromosikan adalah manfaat
hutan bakau sebagai obyek wisata. Hutan
bakau menjadi salah satu media yang sangat penting untuk manusia. Salah satunya
adalah menyediakan tempat hiburan seperti tempat wisata yang membuat manusia
semakin sadar pentingnya hutan bakau. Bahkan hutan bakau bisa dijadikan tempat
untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan penelitian dalam berbagai bidang.
Manusia memiliki kewajiban untuk mengelola dan
mengembangkannya. Kerusakan hutan bakau telah menyebabkan bahaya alam yang
sangat besar. Semoga pengetahuan tentang manfaat hutan bakau ini mendorong
kesadaran berbagai pihak untuk mengembangkan dan menjaga potensi hutan bakau.
Daerah yang belum memafaakan potensi
hutan bakau setidaknya bisa berbenah diri.
Hutan bakau yang dikelola dengan baik bisa menjadi daerah tujuan wisata
baru. Kabupaten Cirebon tentunya punya potensi yang bagus untuk mengembangkan
wana wisata hutan bakau. Kedepan setidaknya hutan bakau yang sudah ada bisa
dikelola dengan baik. Walau belum terkenal namun kawasan hutan bakau yang ada
di Desa Ambulu , Kecamatan Losari bisa dijadikan rujukan untuk dikembangkan
menjadi wana wisata hutan bakau.
*) Praktisi Pendidikan
Domisili di Gebang

Tidak ada komentar:
Posting Komentar