Mengenai Saya

Foto saya
Cirebon, Jawa Barat, Indonesia
Nurdin Kurniawan, S.Pd. Bekerja sebagai PNS disalah satu sekolah di kota Kabupaten Cirebon. Selain sebagai guru aktif menulis di beberapa surat kabar yang ada di cirebon. Diorganisasi PGRI tercatat pula sebagai redaktur majalah Diaelktika, majalah milik PGRI Kab. Cirebon. Tinggal di Gebang yang merupakan Kampung Nelayan yang ada di Cirebon

Sabtu, 15 Juni 2019

WISATA HUTAN BAKAU (Artikel)


Artikel

WISATA HUTAN BAKAU
Oleh : Nurdin Kurniawan, S.Pd.

            Berkembangnya budidaya udang dan bandeng membuat lahan-lahan sepanjang garis pantai beralih fungsi. Dahulu lahan-lahan itu masih asri dengan tanaman bakau dan api-api yang terlihat hijau dari kejauhan. Tempat habitat udang dan kepiting disamping berbagai jenis ikan air payau. Setelah dijadikan tambak untuk budidaya ikan bandeng dan udang maka ekosistem bakau (mangrove)  yang merupakan tumbuhan asli didaerah pesisir berubah fungsi. Bakau dibabat habis untuk dijadikan areal tambak.
            Masyarakat mulai merasakan betapa sulitnya mencari nener (ikan bandeng kecil) yang dahulu mudah sekali didapatkan. Dengan hilangnya hutan bakau maka tak ada tempat lagi untuk tempat hidup nener . Hutan bakau adalah tempat induk  bandeng menetaskan telurnya. Dengan hilangnya hutan bakau maka ikan bandeng yang hidup dihabitatnya susah sekali dijumpai. Hanya ada bandeng-bandeng yang dibudidayakan di tambak-tambak.
            Kini mulai sulit dirasakan mencari bibit ikan bandeng yang hidup di area hutan bakau. Hutan bakaunya sendiri sudah sulit dijumpai. Ada beberapa daerah yang memang masih melestarikan hutan bakau. Namun tidak sedikit hutan bakau yang tinggal namanya saja. Abrasi mulia mengancam pemukiman karena memang tidak ada yang dapat lagi menahan ombak.
Hutan bakau adalah salah satu jenis hutan yang berisi beberapa jenis kelompok tumbuhan dengan media tanah seperti rawa dan perairan payau. Selain itu hutan bakau biasanya juga banyak ditemukan di kawasan perairan yang berbatasan dengan daratan dengan garis pantai khusus yang banyak terpengaruh oleh proses alami air laut. Air laut biasanya akan sering pasang dan surut sesuai dengan pergerakan angin laut.
Hutan bakau akan melindungi tanah di sekitar garis pantai agar tidak terbawa oleh air laut. Hutan bakau banyak tumbuh di sekitar daratan yang bersifat lembek atau tanah endapan yang berasal dari proses air laut. Bahkan banyak jenis hutan bakau yang terdiri dari media rawa atau lumpur.
            Teringat akan beberapa orang yang mulai peduli dengan lingkungan hidup dalam hal ini ekosistem hutan bakau. Penulis pernah menyaksikan beberapa LSM yang konsisten dengan lingkungan hidup. Katakanlah saja untuk di Kabupaten Cirebon ada Petakala Grage dibawah pentolan Deddy Majmoe. Bersama dengan masyarakat Ambulu,  Kecamatan Losari menggerakkan anak-anak dan pemuda untuk menanam pohon bakau. Deddy sendiri menyabutnya dengan kurnilas (kurikulum ning alas). Tak banyak yang tergerak untuk menamam pohon bakau karena memang belum terlihat manfaatnya. Setelah mulai tumbuh barulah dirasakan kalau memang hutan bakau dibutuhkan untuk daerah yang berada dipesisir pantai.
            Hutan bakau Ambulu  walau belum terkenal seperti Karang Song di Indramayu ataupun di Desa Kali Wlingi Kabupate Brebes namun memberikan manfaat bagi  masyarakat sekitarnya. Bila ditangani dengan baik bisa  menjadi salah satu tujuan wisata yang menjanjikan.
            Kabupaten Cirebon sendiri memiliki garis pantai sepanjang 54 km mulai dari perbatasan Kabupaten Indramayu sampai ke Kabupaten Brebes. Lahan sepanjang itu kalau ditanami dengan bakau akan menjadi daya tarik tersendiri. Ingat salah satu keberhasilan salah seorang putra  Brebes yang mendapat Kalpataru dari Presiden Joko Widodo akan keberhasilannnya menjaga dan melestarikan lingkungan dengan menanam pohon bakau.
            Wana Wisata
            Wisata hutan seperti halnya hutan bakau mulai banyak diminiti orang. Salah satu hutan wisata yang sering ramai dibicarakan adalah hutan bakau yang ada di daerah Dusun Pandan Sari, Desa Kaliwlingi, Kabupaten Brebes. Sudah ada sekitar 1,5 juta batang pohon bakau (mangrove)  yang berhasil dilestarikan oleh warga sekitar selama lima tahun di atas lahan seluas 30 hektare. Alamnya asri dan sangat memanjakan wisatawan bila sudah berhasil menginjakkan di Pulau Pasir yang dikelilingi oleh hutan bakau.
Ada lagi hutan bakau yang ada di kawasan  Karang Song, Indramayu.  Sudah ada 200 ribu pohon mangrove yang ditanam di antara kilang minyak Balongan dan Tempat Penurunan Ikan (TPI) seluas 20 hektare. Keberhasilan ini tidak lepas dari kesadaran masyarakat untuk melestarikan lingkungannya.
Menariknya, dua kelompok di Brebes dan Indramayu bersama masyarakat menyusun buku modul ajar pendidikan lingkungan pesisir bagi para guru dan siswa sekolah di wilayah mereka sebagai muatan lokal. Upaya ini ternyata berhasil menyadarkan anak-anak sekolah akan pentingnya tanaman mangrove bagi kelestarian lingkungan mereka. Bahkan, di Pandan Sari, Brebes, mereka membuat peraturan desa untuk melindungi mangrove dan membentuk Satuan Petugas Penjaga Sagara (Satgasdara) untuk patroli setiap malam menjaga pencurian pohon bakau.
Bila melihat kenberhasilan  dua daerah tersebut dalam mengelola hutan bakau rasa-rasanya ingin hal itu juga diterapkan di Cirebon. Sudah ada hutan bakau di Desa Ambulu, Kecamatan Losari yang tinggal memolesnya saja. Daerah ini bahkan tempatnya migrasinya burung-burung dari daratan Asia yang mau menuju Australia. Dari survai yang dilakukan oleh WWF Indonesia terdapat banyak sekali jenis burung yang hidup di habitat hutan bakau Ambulu.
Hutan bakau atau mangrove memang sangat cocok bila dijadikan tempat tujuan wisata. Dari fungsi biologisnya , hutan bakau sebagai habitat satwa liar seperti burung , reptile, aphibi, udang, kerang dan ikan. Bagi yang punya hobi mancing, lokasi tersebut bisa dianggap sebagai tempat fovorit untuk melepas kepenatan. Mereka bisa menyalurkan kesenangannya itu diatas perahu sewaan.
            Di wilayah Gebang dimana penulis berdomisili dahulu merupakan tempat hutan bakau yang rindang. Banyaknya penduduk yang memanfaatkan kayu dalam hal ini kayu api-api sebagai kayu bakar dan arang membuat hutan bakau  menjadi hilang. Hanya sebagian yang masih terlihat di sebelah barat dari Sungai Ciberes. Bila      budidaya ikan bandeng dan udang terus diperluas tidak menutup kemungkinan    area hutan bakau yang tinggal sedikit itu juga akan hilang dari peredaran. Kini malah diwilayah Gebang akan dibangun pelabuhan. Melalui tulisan ini kiranya pihak-pihak terkait untuk pula memikirkan nasib hutan bakau yang ada di sepanjang Pantai Baro – Gebang yang mulai habis. Sepanjang Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang sekarang mengalami pendangkalan akibat sedimentasi yang begitu tinggi dari Sungai Ciberes alangkah baiknya untuk ditanami bakau. Jadikan pesisir  Pantai Baro hijau seperti dahulu.
Berikut ini adalah beberapa manfaat dari hutan bakau seperti pertama Melindungi abrasi laut kedua Mempertahankan kondisi tanah ketiga  Menjaga kualitas air keempat  Mengatasi pencemaran air laut kelima  Hutan bakau merubah lingkungan secara kimia keenam Menjadi habitat berbagai mahluk hidup ketujuh Menjadi tempat perkembangbiakan mahluk laut kedelapan  Tempat pengembangan udang
Kesembilan  Mendukung pendapatan ekonomi masyarakat kesepuluh  Pengembangan tempat wisata.
            Sekian banyak manfaat hutan bakau yang sedang  dipromosikan adalah manfaat hutan bakau sebagai obyek wisata. Hutan bakau menjadi salah satu media yang sangat penting untuk manusia. Salah satunya adalah menyediakan tempat hiburan seperti tempat wisata yang membuat manusia semakin sadar pentingnya hutan bakau. Bahkan hutan bakau bisa dijadikan tempat untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan penelitian dalam berbagai bidang.
Manusia memiliki kewajiban untuk mengelola dan mengembangkannya. Kerusakan hutan bakau telah menyebabkan bahaya alam yang sangat besar. Semoga pengetahuan tentang manfaat hutan bakau ini mendorong kesadaran berbagai pihak untuk mengembangkan dan menjaga potensi hutan bakau.
            Daerah yang belum memafaakan potensi hutan bakau setidaknya bisa berbenah diri.  Hutan bakau yang dikelola dengan baik bisa menjadi daerah tujuan wisata baru. Kabupaten Cirebon tentunya punya potensi yang bagus untuk mengembangkan wana wisata hutan bakau. Kedepan setidaknya hutan bakau yang sudah ada bisa dikelola dengan baik. Walau belum terkenal namun kawasan hutan bakau yang ada di Desa Ambulu , Kecamatan Losari bisa dijadikan rujukan untuk dikembangkan menjadi wana wisata hutan bakau.

                                                                                                          *) Praktisi Pendidikan
                                                                                                              Domisili di Gebang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar